
Mahasiswa Ilmu Komunikasi USK bersama siswa SDN Kuta Bakmee dalam kegiatan riset literasi digital, Sabtu (27/9/2025).
ACEH BESAR – Lima mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Syiah Kuala (USK), Sukma Handayani Aceh, Jizi Zahra, Cut Mora Popuna, Anisatul Jannah, dan Selvi Dianingsih, meneliti tingkat literasi digital anak usia sekolah dasar di SD Negeri Kuta Bakmee, Miruk Taman, Desa Tanjong Deah, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (27/9/2025). Penelitian ini digelar untuk memenuhi tugas mini riset mata kuliah Literasi Media yang diampu oleh dosen Uswatun Nisa, M.A., sekaligus menjadi dasar bagi tim dalam merancang media edukasi literasi digital untuk anak-anak.
Dalam kunjungan tersebut, tim membagikan kuesioner tertulis kepada 30 siswa kelas III hingga VI SDN Kuta Bakmee. Kuesioner disusun berdasarkan kerangka Digital Competence Framework for Citizens (DigComp 2.2) dari European Commission Joint Research Centre, yang mengukur lima aspek kompetensi digital yakni literasi informasi dan data, komunikasi dan kolaborasi, pembuatan konten digital, keamanan, serta pemecahan masalah. Proses pengambilan data dilakukan setelah tim lebih dulu mengantongi izin dari pihak sekolah dan wali kelas.

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP USK berfoto bersama Kepala Sekolah dan dewan guru SD Negeri Kuta Bakmee usai kegiatan pengambilan data penelitian, Sabtu (27/9/2025).
Sebagai pelengkap data survei, tim juga melakukan wawancara mendalam secara daring dengan satu siswa kelas IV dari sekolah lain di Banda Aceh, guna memperoleh gambaran yang lebih kontekstual mengenai perilaku digital anak-anak di luar lokasi penelitian utama.
Hasil tabulasi menunjukkan skor rata-rata literasi digital siswa berada pada kategori tinggi, yakni berkisar antara 3,47 hingga 3,61 dari skala 5. Anak-anak dinilai sudah cukup terampil berkomunikasi lewat media digital dan memecahkan masalah teknis sederhana. Namun, dua aspek tercatat sebagai titik paling lemah yakni kemampuan menilai kebenaran informasi (information and data literacy) dan kesadaran keamanan digital (safety). Sebagian besar anak, belum memahami cara mengenali berita bohong atau hoaks di internet. Temuan inilah yang mendorong tim mahasiswa merancang media edukasi berupa permainan interaktif bernama DORI Explore, sebagai upaya membantu anak-anak belajar literasi digital dengan cara yang lebih menyenangkan.
Recent Comments