Dosen dan tiga Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala (USK) memperkenalkan media literasi berbasis game bernama “Ular Tangga Jejak Digital” sebagai pengembangan mata kuliah Literasi Media. Proyek ini diinisiasikan oleh dosen Prodi Ilmu Komunikasi, Uswatun Nisa, sebagai ketua, dan disusun oleh tiga mahasiswa Ilmu Komunikasi yaitu, Salsabila Indri, Zahratul Munira, dan Natasya Syahira. Media ini ditujukan untuk anak-anak sekolah dasar agar mereka dapat memahami dan bersikap bijak dalam penggunaan teknologi digital.

“Game ini adalah permainan yang menggabungkan game tradisional, ular tangga dan monopoli, dengan elemen literasi digital di setiap anak kotak dan kartu-kartunya.” Ujar Nisa, ketua tim. Ia juga menjelaskan bahwa game ini mencakup empat aspek kerangka literasi media yang digagas oleh UNESCO. Empat aspek ini adalah mengakses (access), menganalisis (analyze), mengevaluasi (evaluate), dan memproduksi (create). Pemain akan mempelajari literasi digital dengan game ini. Permainan ini juga dapat mengukur tingkat literasi digital pemain di dalam setiap aspek literasi melalui kartu-kartu pertanyaannya.

Game literasi ini terdiri dari papan ular tangga, dua dadu, kartu-kartu pertanyaan dan juga kartu-kartu pernyataan. Seperti permainan ular tangga biasanya, setiap pemain mulai dengan meletakkan pion pada kotak “Start”. Lalu, mereka akan melemparkan dadu secara bergiliran, pemain dengan angka dadu tertinggi di lemparan pertama mendapat giliran pertama jalan.

Dalam papan permainan, terdapat kotak-kotak yang melambangkan empat aspek kerangka literasi media UNESCO (create, engage, access, dan evaluate).  Jika berhenti di kotak CREATE dan EVALUATE pemain harus mengambil kartu Pernyataan (warna hijau) dengan aspek CREATE dan EVALUATE. Jika berhenti di kotak ACCESS dan ENGAGE pemain harus mengambil kartu Pertanyaan (warna pink) dengan aspek ACCESS dan ENGAGE. Jika berhasil menjawab pertanyaan kartu, pemain tetap berada di dalam kotak tersebut. Jika tidak bisa menjawab, pemain harus mundur 1 kotak ke belakang. Pemain pertama yang berhasil mencapai kotak 100 adalah pemenangnya.

Uswatun Nisa dan tim mengaplikasikan permainan ini ke anak-anak SD Negeri 58 Alue Naga, Banda Aceh, pada hari Kamis, 17 September 2026. Tim pengabdian menyumbangkan beberapa set game “Ular Tangga Jejak Digital” ini kepada pihak sekolah. Mereka juga menyertakan sejumlah modul literasi digital anak yang juga disusun sebagai panduan dalam memahami literasi digital dan permainan ular tangga tersebut.Ketua tim memaparkan, papan permainan ular tangga ini sebenarnya bisa dimainkan oleh kelompok mana pun. Tetapi, kartu-kartu dalam permainannya harus disesuaikan dengan usia dan pengalaman bermedia digital para pemainnya. Dengan itu, sebagai tindak lanjut, Nisa dan tim akan membuat game ini sebagai media edukasi lintas generasi sehingga bisa diajarkan kepada berbagai kalangan.

Categories: