Banda Aceh (17/10, 2025) – Salah satu mahasiswa Universitas Syiah Kuala dengan program studi Ilmu Komunikasi angkatan 2021 berama Yovita Amanda Putri yang akrab di panggil dengan sebutan Yovita ini, menjadi salah satu peserta pertukuran pelajar yang di idam-idamkan oleh mahasiswa, yaitu Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) pada tahun 2023. Program ini berdiri di atas naungan Kemendikbudristek dan dibawah kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM).
Program ini mendukung mahasiswa untuk belajar dimana pun tanpa memikirkan biaya sebagai penghalang mereka. Tentunya harapan yang akan dicapai seperti, mahasiswa menambah wawasan kebangsaan, memerkuat peratuan dalam keberagaman, serta memperdalam pengetahuan akademik. Mekanisme pada program ini seperti, belajar selama satu semester di kampus tujuan, kegiatan belajar akan diakui sebagai kredit mata kuliah di perguruan tinggi asal. PMM sendiri berdiri dengan tujuan agar anak bangsa bisa belajar di kampus mana aja tanpa terikat dengan lembaga manapun.
Seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah seperti tiket pesawat pulang dan pergi, biaya hidup, asuransi BPJS, transportasi antar jemput di kampus dan masih banyak lagi. Yovita menjelaskan bahwa prosedur yang dijalankan sangat amat mudah dan tentunya menjadi selaras dengan tujuan awal dari PMM sendiri. Syarat besar selain berkas data diri, program ini meminta nilai IPK sebesar 2,80 dan pemilihan kampus yang dituju tidak boleh dari pulau asal para peserta.

Dalam wawancara ini, Yovita berkata ia menjatuhkan pilihannya di Bandung dan memilih Universitas Pasundan sebagai tujuannya. “bagi kakak double in aja sekalian. Kakak belum pernah kuliah di luar dan kakak gatau rasanya belajar di kampus swasta itu kaya gimana. Selagi semuanya ditanggung sama pemerintah kenapa ga kita gunakan fasilitas yang uda diberi” ujar Yovita.
Selama satu semester Yovita menghabiskan waktunya di Bandung. Dalam kegiatan ini, para peserta tak hanya belajar begitu saja. Namun, mereka harus mengikuti Modul Nusantara. Kegiatan ini dilakukan di waktu yang disepakati bersama untuk mengajak peserta mengenal budaya daerah setempat, seperti berkunjung ke Museum Geologi dan tempat wisata yang ada di Bandung. Setelah mereka melakukan kegiatan tersebut, para peserta diwajibkan untuk mengisi modul terebut di web PMM itu sendiri.
Ada 4 pilar kegiatan utama pada Modul Nusantara ini, yaitu Kebhinekaan, Inspirasi,Refleksi dan Kontribusi Sosial. Ke-empat kegiatan ini dilakukan sebagai inti dari program ini, seperti pengalaman Yovita pada saat kontribusi sosial mendapat kelompok untuk bergerak dalam acara berbagi di panti asuhan. Pada kegiatan Kebhinekaan, para mahasiswa mengunjungi wisata lokal, saat kegiatan Inspirasi para mahasiswa diberikan seminar dari tokoh inspiratif, dan terakhir pada kegiatan Refleksi mereka melakukan perkemahan dan perenungan di malam hari.

Banyak benefit yang dirsakan oleh Yovita. Seperti ia tidak hanya mengenal budaya Bandung saja, namun dengan adanya program ini Yovita bisa menambah relasi nya dengan orang dari luar daerah dan membuatnya pengetahuan tentang daerah lain dari relasi baru. Yovita juga jadi merasakan gaya belajar di kampus swasta yang terkesan lebih santai, sambilan dengan jalan jalan gratis di kota tujuannya. Yovita juga sempat melihat lihat fasilitas yang ada di Universitas Pasundan tersebut, seperti mereka memiliki 7 lab untuk Ilmu Komunikasi. Yovita menjelaskan dari persatu lab ini di khususkan untuk satu saja, contohnya ada lab untuk Public Speaking, untuk radio, untuk host dan lain semacamnya.
Besar harapan Yovita untuk program ini di adakan kembali. “kakak berharap ada lagi biar adik adik leting kakak tau kalo ada loh cara kita kampus diluar dan adik adik leting kakak bisa rasain seru nya untuk unya kawan dari berbagai daerah. Seru sih, kakak mau kalo ngulang lagi masa masa itu” ujar Yovita.
Comments are closed