Banda Aceh, 19 Oktober 2025 – Dalam sesi wawancara kami bersama, Kak Cinta Bianka Saragih, mahasiswa angkatan 2024 dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Ilmu Komunikasi, berbagi pengalamannya saat terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama Himpunan Mahasiswa Komunikasi (HIMAKASI) melakukan program Desa Binaan 2025 dengan tema “Aksi Nyata untuk Desa Sejahtera” di Gampong Pulot, Kecamatan Leupung, Aceh Besar, Sabtu (4/10/2025).

Program ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa USK kepada masyarakat dengan komitmen pendampingan, pengembangan, serta pemberdayaan yang berkelanjutan, khususnya pada gampong (desa-red) binaan.

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKASI) Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan Desa Binaan 2025 dengan mengusung tema “Aksi Nyata untuk Desa Sejahtera”, yang berlangsung di Gampong Pulot, Kecamatan Leupung, Aceh Besar, pada Sabtu (4/10/2025).

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata pengabdian mahasiswa Ilmu Komunikasi USK kepada masyarakat, sekaligus implementasi dari semangat Tridarma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian. Melalui program ini, para mahasiswa menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan pendampingan, serta mendorong pengembangan dan pemberdayaan yang berkelanjutan di desa binaan.

“Menurut aku,selain kegiatan ini bermanfaat bagi Masyarakat, ini juga bermanfaat banget buat kita jadi lebih menguatkan empati kita kepada sesama,kita jadi banyak belajar tentang kebersamaan” ucap kak Cinta.

Dalam kegiatan itu, Ketua Panitia, Audy Putri Nurrahmadhani, menjelaskan bahwa program Desa Binaan 2025 akan berlangsung selama satu bulan dengan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Aspek lingkungan meliputi menghijaukan kembali desa dan mengurangi sampah. Kesehatan seperti sosialisasi pencegahan penyakit diabetes. Selanjutnya, aspek ekonomi seperti pendampingan UMKM dan peningkatan ekonomi masyarakat. Selanjutnya, aspek pendidikan seprti kegiatan bermain dan belajar bersama anak-anak sekolah di Desa Pulot. “Semoga semua aspek ini bisa dilakukan dengan baik sesuai yang direncanakan,” tutur Audy. 

Antusiasme masyarakat Pulot terlihat dari sambutan hangat yang diberikan warga. Salah satu warga, Mariana, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa Ilmu Komunikasi yang jauh-jauh datang ke Desa Pulot untuk berbagi ilmu. “Program ini membantu kami mengurangi sampah sekaligus menghijaukan kembali desa,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat citra Prodi Ilmu Komunikasi USK sebagai program studi yang adaptif, kreatif, dan berorientasi pada kebermanfaatan sosial. Melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai positif, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

Rangkaian kegiatan dalam Desa Binaan 2025 mencakup edukasi publik, pendampingan komunikasi strategis, serta kegiatan sosial dan edukatif di bidang kesehatan dan pendidikan. HIMAKASI berharap program ini dapat menjadi langkah awal menuju kolaborasi jangka panjang antara kampus dan masyarakat desa binaan, sehingga dampak positifnya dapat terus dirasakan secara berkelanjutan.

Categories:

Tags:

Comments are closed