ACEH BESAR – 18 Oktober 2026, Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK), yang tergabung dalam Tim Teman Aman, telah melaksanakan kegiatan kampanye komunikasi pemasaran sosial bertajuk “Speak Up & Stand Up, Berani Membela Diri Berani Bersuara” di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 1 Aceh Besar.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kepada siswa mengenai pentingnya mencegah perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Kampanye tersebut mengangkat pesan bahwa bullying bukan sekadar candaan, tetapi perilaku yang dapat berdampak pada kenyamanan dan hubungan sosial antar siswa.

Dalam kegiatan ini, siswa mendapatkan edukasi mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, serta dampak yang dapat ditimbulkan bagi korbannya. Materi disampaikan melalui pendekatan interaktif agar peserta lebih mudah memahami dan mengenali tindakan bullying yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Program kampanye ini menggunakan pendekatan Social Cognitive Theory dari Albert Bandura, yang menekankan bahwa perilaku dapat dipelajari melalui pengamatan, contoh dari lingkungan, dan pengalaman. Pendekatan tersebut diterapkan melalui materi edukasi dan aktivitas interaktif yang mendorong peserta memahami perilaku positif dalam pertemanan.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan pemutaran video edukasi, diskusi, sesi tanya jawab, serta evaluasi pemahaman peserta melalui pre-test dan post-test. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong siswa agar tidak hanya memahami persoalan bullying, tetapi juga mengetahui cara menyikapinya dengan tepat.

Melalui kampanye ini, Tim Teman Aman mengajak siswa untuk berani menyampaikan pengalaman atau mencari bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya ketika mengalami perundungan. Siswa juga didorong untuk tidak ikut mendukung tindakan bullying serta berani membantu teman yang menjadi korban dengan cara yang aman.

Melalui kegiatan “Speak Up and Stand Up”, Tim Teman Aman berharap pesan pencegahan bullying dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun asrama. Kampanye ini juga menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu komunikasi dan pemasaran sosial oleh mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan sosial.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan keberanian untuk bersuara, kepedulian terhadap sesama, serta kesadaran bahwa menciptakan lingkungan yang aman bukan hanya tanggung jawab korban atau pihak sekolah, melainkan tanggung jawab bersama.

Categories: