Banda Aceh, 28 Oktober 2026 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Human Security in the Digital and Global Era: Communication, Diplomacy and Resilience for a Safer Society” di Aula FISIP USK lantai 3. Kegiatan ini membahas konsep keamanan manusia di tengah perkembangan teknologi, tantangan lingkungan, serta peran komunikasi dan diplomasi dalam membangun masyarakat yang aman dan tangguh.
Kegiatan dibuka oleh Dekan FISIP USK, Dr. Hamdani M. Syam, M.A., yang menyampaikan relevansi tema keamanan manusia dengan kehidupan masyarakat saat ini. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama (Memorandum of Agreement/MoA) antara FISIP USK dan Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya (FISB) Universitas Islam Indonesia (UII). Kuliah tamu menghadirkan Irawan Jati, S.IP., M.Hum., M.S.S., Ph.D., dari Departemen Hubungan Internasional UII sebagai pemateri.

Diskusi dipandu oleh Rahmat Saleh, S.Sos., M.Comn., dosen Prodi Ilmu Komunikasi, yang mengarahkan pembahasan mengenai pergeseran paradigma keamanan, tantangan keamanan kontemporer, serta implikasinya terhadap kebijakan domestik dan diplomasi Indonesia.
Pemateri menjelaskan pergeseran paradigma keamanan dari berpusat pada negara menuju keamanan manusia, serta menekankan peran strategis komunikasi. Informasi yang akurat dan transparan memperkuat kesiapsiagaan dan kepercayaan publik, sedangkan informasi menyesatkan menurunkan kewaspadaan terhadap bahaya. Perbedaan narasi pemerintah, masyarakat sipil, dan media dalam isu karhutla menjadi contoh bahwa komunikasi bencana menentukan bagaimana ancaman didefinisikan dan siapa yang bertanggung jawab.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai perlindungan pekerja migran, perbedaan keamanan negara dan keamanan manusia, pembatasan media sosial, kebocoran data, kecerdasan buatan, serta hubungan antara anggaran pertahanan dan kesejahteraan masyarakat. Peserta juga mendiskusikan peran diplomasi multilateral dalam menghadapi ancaman siber dan perubahan iklim. Diskusi tersebut menunjukkan bahwa keamanan manusia merupakan isu multidimensional yang membutuhkan keterlibatan berbagai disiplin ilmu dan kerja sama antaraktor.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa keamanan tidak hanya berkaitan dengan pertahanan dan kedaulatan negara, tetapi juga menyangkut keselamatan, kesejahteraan, hak, dan martabat manusia. Peran komunikasi, diplomasi, serta kerja sama internasional menjadi semakin penting dalam menghadapi tantangan global dan digital. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama pemateri, tamu undangan, dan peserta kuliah tamu.
Recent Comments