Banda Aceh, 20 Oktober 2025 — Seorang mahasiswi dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan prestasi yang mengesankan. Mahasiswa angkatan 2021 ini berhasil terpilih sebagai Inong Duta Wisata Bireuen 2025, sebuah kompetisi bergengsi yang bertujuan untuk melestarikan budaya dan mempromosikan sektor pariwisata lokal. 

Ketertarikan mahasiswi ini untuk mengikuti ajang Duta Wisata muncul pada tahun 2023. “Awal mulanya saya merasa penasaran, karena ada kakak tingkat yang dulu pernah menjabat sebagai Duta Wisata. Akhirnya, saya mulai mencari informasi lebih lanjut dan semakin tertarik untuk mencoba,” katanya. 

Di tahun 2024, dia memutuskan untuk mengikuti kontes Inong Duta Wisata Bireuen. “Pada waktu itu, saya memiliki waktu luang di bulan Juni, jadi saya berpikir mengapa tidak mencoba sesuatu yang baru. Pendaftaran dibuka bulan Juni dan kompetisi berlangsung bulan Juli di Hotel Fajar, Bireuen,” tambahnya. 

Dalam acara tersebut, ia berhasil meraih posisi sebagai Juara II (Wakil I Duta Wisata Bireuen 2024). Karena dedikasi dan kontribusi yang terus menerus, pada tahun 2025 ia secara resmi diangkat menjadi Inong Duta Wisata Bireuen. “Tentu saya merasa sangat bahagia dan bangga. Namun, saya juga merasa belum cukup, karena jika kita merasa cukup, maka kita tidak akan lagi belajar,” ujarnya dengan semangat. 

Sebagai Duta Wisata, tugas utamanya adalah mempromosikan pariwisata lokal dan mendukung pelaku usaha kecil dan menengah. “Dengan mempublikasikan destinasi wisata di daerah, kita berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya. Selain itu, dia juga sering diundang dalam berbagai kegiatan pemerintahan, seperti acara yang diadakan oleh Bupati, Dinas Pariwisata, hingga organisasi masyarakat. 

Meskipun demikian, perjalanan sebagai Duta Wisata tidak tanpa rintangan. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapinya adalah jarak, karena saat ini ia menempuh pendidikan di Banda Aceh sementara kegiatan duta berlokasi di Bireuen. “Kadang saya sulit membagi waktu antara studi dan kegiatan duta. Tetapi jika ada acara penting, saya berusaha untuk pulang. Ini adalah bentuk tanggung jawab terhadap jabatan yang saya pegang,” jelasnya. 

Melalui pengalaman ini, dia menyatakan telah banyak belajar tentang komunikasi dan pengembangan diri. “Sejak bergabung sebagai Duta Wisata, saya belajar bagaimana berinteraksi dengan orang lain, lebih matang dalam mengambil keputusan, dan menjaga sikap di berbagai lingkungan. Banyak pelajaran berharga yang juga dapat diterapkan dalam bidang komunikasi,” ungkapnya. 

Prestasi ini tidak hanya memberikan kebanggaan bagi dirinya, tetapi juga menjadi bukti bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi USK bisa menghasilkan kontribusi yang signifikan di bidang pariwisata dan pemberdayaan masyarakat. Semangatnya dalam mengembangkan potensi daerah sejalan dengan nilai-nilai yang ditanamkan dalam Program Studi Ilmu Komunikasi USK — yaitu membentuk generasi komunikator muda yang inspiratif, dinamis, dan mampu bersaing.

~AH~

Categories:

Tags:

Comments are closed