BANDA ACEH – Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Syiah Kuala (USK), menempati peringkat ketiga dalam pemetaan program studi berdasarkan rasio peminat dan keterisian kuota pada kategori Kuadran Unggulan. Selain itu, Ilmu Komunikasi juga berada di posisi ketiga dalam kategori program studi dengan keterisian daya tampung tertinggi di lingkungan USK.
Capaian ini menjadi salah satu catatan positif bagi Program Studi Ilmu Komunikasi dalam penerimaan mahasiswa di lingkungan USK. Posisi tersebut menunjukkan bahwa Ilmu Komunikasi memiliki daya tarik bagi calon mahasiswa sekaligus menjadi dorongan bagi program studi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP USK, Deni Yanuar, S.IP., M.IKom., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan program studi.
“Kami menyambut capaian ini dengan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika, khususnya pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala,” ujar Deni.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator positif bagi perkembangan Program Studi Ilmu Komunikasi. Namun, keberhasilan dalam pemetaan penerimaan mahasiswa tidak hanya perlu disambut sebagai sebuah pencapaian, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus menjaga kepercayaan calon mahasiswa melalui peningkatan mutu pendidikan.
“Pencapaian peringkat 3 berdasarkan rasio peminat dan keterisian kuota dalam kategori kuadran unggulan, serta peringkat 3 keterisian daya tampung tertinggi di lingkungan USK yang menempatkan Prodi Ilmu Komunikasi pada Kuadran I, merupakan indikator positif bahwa program studi ini memiliki daya tarik bagi calon mahasiswa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Deni menekankan pentingnya menjadikan capaian tersebut sebagai momentum untuk mengembangkan program studi secara berkelanjutan. Menurutnya, perkembangan industri komunikasi yang terus berubah membutuhkan kesiapan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Menurut kami, capaian tersebut tidak hanya berkaitan dengan tingginya minat calon mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, relevansi kurikulum, kompetensi lulusan, serta kesiapan mahasiswa menghadapi perkembangan industri komunikasi yang semakin dinamis,” tambahnya.
Sebagai bagian dari FISIP USK, Program Studi Ilmu Komunikasi terus menghadapi tantangan perkembangan media, teknologi, dan praktik komunikasi yang semakin beragam. Kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi program studi untuk terus memperhatikan kualitas pembelajaran serta pengembangan kompetensi mahasiswa agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan industri komunikasi.
Capaian ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkontribusi dalam pengembangan Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP USK. Ke depan, peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi lulusan tetap menjadi hal penting agar kepercayaan calon mahasiswa dapat diiringi dengan proses pembelajaran yang berkualitas.
Recent Comments