ACEH BESAR – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala menyelenggarakan pelatihan public speaking bagi perangkat Desa Lubuk Sukon melalui Program Desa Binaan 2026. Kegiatan bertajuk “Workshop Speak & Create (Public Speaking)” ini berlangsung di Rumoeh Aceh, Desa Lubuk Sukon, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Workshop ini menghadirkan Rizkia Putri, S.I.Kom., sebagai pemateri yang menyampaikan materi bertajuk “Improving Public Speaking Skill”. Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya kemampuan komunikasi, khususnya bagi perangkat desa dalam menjalankan tugas dan berinteraksi dengan masyarakat.

Kepala Desa Lubuk Sukon, Bapak Dr. Mahyadi, S.H., menyambut baik pelaksanaan Program Desa Binaan yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi USK di desanya. “Kami menyadari bahwa ilmu dalam berkomunikasi itu sangat penting. Terlebih, saya sebagai pimpinan, merasa bahwa saya sangat butuh ilmu tersebut, begitu juga dengan perangkat desa saya. Karena itu, saya sangat senang karena adanya pelatihan public speaking ini” ujar Pak Mahyadi.

Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya penguasaan keterampilan komunikasi bagi aparatur desa. Sebagai pihak yang berhubungan langsung dengan masyarakat, perangkat desa membutuhkan kemampuan untuk menyampaikan informasi secara jelas dan mudah dipahami. Oleh karena itu, pelatihan public speaking menjadi ruang pembelajaran yang relevan untuk membantu peserta mengenali berbagai aspek komunikasi yang dapat diterapkan dalam kegiatan sehari hari.

Kegiatan ini dilanjut dengan sambutan dari dosen Prodi Ilmu Komunikasi USK, Ibu Nur Anisah, M.Si. Dalam sambutannya Ibu Nur Anisah menekankan pentingnya latihan dalam mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum. “Kunci public speaking itu ada dua, berlatih dan terus melakukan. Kunci komunikasi ada pada persamaan persepsi, yaitu apa yang ingin kita sampaikan sama dengan apa yang diterima oleh orang lain,” ujar Ibu Nur Anisah.

Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat oleh Ibu Nur Anisah, M.Si., dan Ibu Nadia Muharman, M.A., kepada pemateri, Rizkia Putri, S.I.Kom. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi penyampaian materi yang membahas sejumlah aspek penting dalam berbicara di depan umum.

Materi yang disampaikan meliputi alasan pentingnya public speaking, seni berbicara di depan umum melalui komunikasi verbal dan non-verbal, tujuan dan dampak public speaking, permasalahan yang sering dihadapi ketika berbicara, teknik vokal, bahasa tubuh, serta empat metode berbicara. Berbagai materi tersebut memberikan gambaran kepada peserta mengenai unsur yang perlu diperhatikan ketika menyampaikan pesan kepada khalayak.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi “Motion Challenge”. Dalam sesi ini, peserta dan pemateri terlibat secara langsung untuk mempraktikkan materi yang telah dipelajari. Peserta terlihat antusias dan aktif mengikuti praktik tersebut. Rangkaian kegiatan turut diselingi dengan ice breaking yang dipandu oleh pembawa acara, Nishvi dan Icut, serta dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan kuis.

Pelaksanaan workshop ini memperlihatkan bahwa pengembangan kemampuan komunikasi membutuhkan pembelajaran yang disertai kesempatan untuk berlatih. Melalui penyampaian materi dan praktik langsung, peserta memperoleh ruang untuk memahami keterampilan public speaking secara lebih menyeluruh.

Kegiatan kemudian ditutup oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama peserta dan pemateri. Melalui acara ini, pemateri berharap peserta dapat menambah kemampuan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari, apalagi dalam menjalankan tugas dan berinteraksi dengan masyarakat.

Categories: