Aceh Besar, 4 Oktober 2026 — Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Lubok Sukon menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan potensi pariwisata di desa tersebut. Sebagai wadah bagi masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kegiatan wisata desa, Pokdarwis turut terlibat dalam Workshop “Pelatihan Pemandu Wisata Desa Lubok Sukon” yang dilaksanakan pada rangkaian kegiatan hari keempat Desa Binaan, Minggu (4/10/2026).

Kegiatan dimulai dengan registrasi peserta. Kemudian, dilanjut dengan pembukaan oleh MC, pembacaan doa, serta pemberian sertifikat kepada Azra Chaira Zallikha selaku pemateri. Lalu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi sekaligus PIC kegiatan yaitu Ibu Nadia Muharman, MA. 

Dalam sambutannya, Ibu Nadia menekankan pentingnya keberadaan pemandu wisata yang mampu menjadi wajah desa ketika berhadapan dengan wisatawan. “Kegiatan ini akan melahirkan pemandu wisata dari Lubok Sukon yang bukan hanya ramah, tetapi bisa menjadi dampak baik bagi orang lain,” ujar Ibu Nadia.

Menurut Ibu Nadia, pemandu wisata tidak hanya bertugas menunjukkan arah ataupun menjelaskan tempat wisata. Seorang pemandu juga memiliki peran dalam memperkenalkan potensi desa dan menciptakan kesan positif bagi wisatawan. 

Setelah kata sambutan selesai kemudian di lanjutkan dengan pemaparan materi yang di bawakan oleh Azra Chaira Zallikha beliau menjelaskan dasar-dasar pemandu wisata, termasuk peran masyarakat dalam kegiatan pariwisata. sebagai duta desa, pemandu turut menjaga citra dan nilai-nilai yang dimiliki desa.  Pembahasan juga mencakup “Sapta Pesona”, yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan memberikan kenangan kepada wisatawan. Ketujuh unsur tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman wisata yang nyaman dan berkesan.

Selain dasar-dasar pemanduan, peserta juga mendapatkan materi mengenai teknik komunikasi dengan wisatawan. Pemandu dituntut mampu menyampaikan informasi secara jelas sekaligus mendengarkan dan merespons wisatawan. Azra juga memperkenalkan prinsip LAST dalam menghadapi keluhan wisatawan, yakni Listen atau mendengarkan, Apologize atau meminta maaf, Solve atau mencari solusi, dan Thank atau mengucapkan terima kasih. Prinsip tersebut menjadi salah satu bekal komunikasi yang dapat digunakan pemandu ketika menghadapi situasi selama kegiatan wisata.  

Setelah materi, peserta mengikuti kuis berhadiah dan dilanjutkan dengan praktik menjadi pemandu wisata. Dalam sesi praktik, peserta diberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang telah didapatkan, mulai dari menyambut wisatawan hingga menyampaikan informasi mengenai potensi yang ada di Desa Lubok Sukon. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi evaluasi serta dengan foto bersama.

Melalui kegiatan ini, Desa Lubok Sukon diharapkan memiliki masyarakat yang semakin siap mengambil peran dalam pengembangan pariwisata. Peningkatan kemampuan pemandu wisata menjadi salah satu langkah untuk menjadikan potensi lokal tidak hanya dikenal, tetapi juga mampu memberikan pengalaman yang bermakna bagi wisatawan.

Categories: