Banda Aceh, 21 Oktober 2026 – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala melaksanakan kegiatan edukasi anti perundungan mengenai bullying dan cyberbullying yang berlokasi di MIN 11 Rukoh, Banda Aceh. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong keberanian remaja awal dalam mencegah perundungan. Kegiatan di dukung oleh Senyum Anak Nusantara Aceh (SAN ACEH) dan Sahabat Andikara selaku pemateri utama dalam kegiatan ini.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh tim Kawan Berani yang terdiri atas Muhammad Raihanul Ansari, Pocut Nira Sandrina, Rafasha Ratu Audira, Rahma Wulandari, Salsabila, dan Siti Maqfirah Ramadhani dari Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP USK.

Pemateri pertama adalah Delfina Bunga Zalia, koordinator Chapter Aceh yang membahas seputar “Bullying”. Sesi materi kedua diisi oleh Nurul Isnina Dharma, Co-Founder Sahabat Andikhara yang menyampaikan seputar “Cyberbullying”. Kedua materi ini di kemas secara edukatif dan interaktif melalui penyampaian materi pemutaran video edukasi, serta permainan yang melibatkan partisipasi siswa/i.

Acara ini di buka secara resmi oleh ketua kegiatan yakni Pocut Nira Sandrina dan wali kelas selaku perwakilan dari pihak sekolah, Indra Mardiani S.Pd., M.Pd. “Saya dan rekan membawa tema ini dengan harapan adik-adik sebagai remaja awal mengetahui terkait bullying dan cyberbullying agar dapat mencegah perilaku kedepannya dan tidak terlibat ke dalamnya” ujar Pocut Nira Sandrina

“Kami berterima kasih dan menyambut dengan baik inisiasi kakak dan abang dari Ilmu Komunikasi FISIP USK, kami harap anak-anak kedepannya dapat belajar ini dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari” ungkap Indra Mardani S.Pd., M.Pd.

“Anak- anak, ini merupakan kegiatan lain yang tidak terlulis dalam buku cetak pembelajaran kalian, namun penerapan nya dekat dengan kehidupan kalian sehari-hari” tambahnya.

Memasuki sesi materi, Delfina Bunga Zalia dan Nurul Isnina Dharma memberikan pemahaman mengenai pengertian, jenis-jenis, dampak, dan apa yang harus dilakukan terkait  bullying dan cyberbullying. Sebelumnya peserta kegiatan diajak untuk melihat edukasi terkait bullying dan cyberbullying yang sudah di siapkan oleh tim kegiatan Kawan Berani. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kuis untuk memastikan siswa sudah memiliki pemahaman terkait bullying dan cyberbullying.

Kemudian, kegiatan dilanjuti dengan sesi pengisian kartu game dari Kawan Berani. Kartu ini berisi 6 pertanyaan untuk bahan evaluasi pre-test dan post-test yang nantinya akan menjadi indikator pengukuran keberhasilan kegiatan sosialisasi Kawan Berani. Lalu, acara ditutup dengan sesi dokumentasi.

Melalui kegiatan ini, Kawan Berani berharap pesan yang disampaikan tidak berhenti setelah sosialisasi berakhir, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Categories: