Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala (USK), Rizanna Rosemary, M.Si., MHC., Ph.D. menjadi salah satu perwakilan USK pada pameran Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) 2023 yang dilaksanakan oleh Kemendikbudristek. Sejumlah akademisi USK hadir untuk memperkenalkan produk-produk inovasi dari kampus. Kegiatan ini berlangsung di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Jakarta, 11-13 Agustus 2023. Rizanna dan Tim memamerkan produk inovasi dari lima tematik. 
Rizanna mengatakan, pameran Hakteknas 2023 digelar untuk memperkenalkan hasil inovasi perguruan tinggi secara lebih dekat kepada masyarakat. Sebanyak lebih dari 145 produk inovasi yang telah teruji dan menjawab kebutuhan masyarakat ditampilkan dalam pameran ini. Produk-produk tersebut terdiri atas 31 produk di bidang pangan, 32 produk di bidang energi, 59 produk di bidang kesehatan, 9 produk kendaraan listrik, dan 14 produk riset serta produk inovasi lain.
Rizanna mengatakan, sebelum produk inovasi ditampilkan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK terlebih dahulu menyeleksi berbagai produk inovasi untuk tampil di Hakteknas berdasarkan kriteria yang memenuhi keempat tema, Pangan, Kesehatan, Energi, dan Motor dan Mobil Listrik. USK adalah satu dari 25 PTN/PTS yang diundang Kemendikbudristek.
Akhirnya, USK menampilkan produk Lituna (keumamah tumis  siap saji dari produk ikan tongkol kecil), produk Tabut Serat Blok (pakan aditif untuk ternak), dan Padi Aerobic Super Rice untuk diikutsertakan dalam tema pangan. Tema Kesehatan, diwakili oleh inovasi alat termal untuk deteksi dini penyakit kanker serta produk kosmetik dan skincare dari nilam.
Sementara itu, tiga inovasi baru berupa Semidyn-3A, produk sensor mekanik, untuk monitoring proses, industri manufaktur, e-tikbroh.yak: Aplikasi Jemput antar Sampah Non-organik, dan Museum Digital Gunung Seulawah. Integrasi multi-platform digital untuk advokasi isu lingkungan dan pengembangan Kawasan Gunung Seulawah, mewakili tema energi. Rizanna sendiri merupakan salah satu penggagas dari inovasi industri manufaktur, e-tikbroh.yak: Aplikasi Jemput antar Sampah Non-organik.
Ketua LPPM USK, Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si., M.Tech mengatakan, delapan produk inovasi USK tersebut juga diseleksi berdasarkan kriteria produk yang memiliki potensi besar untuk di hilirisasi, dan juga yang sudah mendapatkan pendanaan Hilirisasi Inovasi USK (HIU), Matching Fund Kedaireka, dan sudah memiliki paten terdaftar/HAKI.
Disamping itu, Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan mengungkapkan, USK terus berupaya mempromosikan produk-produk hasil risetnya sebagai wujud promosi dan hilirisasi menuju rekognisi global. Selamat Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-28, terus melaju untuk Indonesia maju.
Plt Dirjen Kemendikbudristek, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D dan Direktur Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr sempat menyambangi stand Produk Inovasi USK, dan menyampaikan apresiasinya atas capaian inovasi Perguruan Tinggi Jantong Ate Rakyat Aceh ini.
Prof Nizam menyebutkan, bahwa momen peringatan Hakteknas dapat dijadikan sebagai pengingat untuk selalu mengembangkan riset dan inovasi terhadap teknologi baru. Melalui program Kedaireka dan Matching Fund, perguruan tinggi dapat bekerja sama dengan berbagai mitra di Indonesia untuk mengembangkan teknologi.
“Pada saat ini, banyak sekali peluang yang muncul dalam melakukan lompatan teknologi baru, sehingga kita harus lebih peka dan mampu menguasai teknologi baru tersebut agar tidak tertinggal zaman,” ungkap Prof Nizam.
Ia juga mengingatkan kepada periset untuk bergotong-royong dan menghasilkan produk riset yang relevan dan bermutu. Riset yang dilakukan juga berfokus pada 5 bidang prioritas, yaitu membangun ekonomi hijau, ekonomi berbasis maritim, digital ekonomi, kesehatan dan obat-obatan, pariwisata dan ekonomi kreatif.

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MAP PPS USSOR

MAGISTER ADMINISTRASI PENDIDIKAN

WEBSITE RESMI MAPW

PROGRAM STUDI DOKTOR PENDIDIKAN IPS