Banda Aceh – Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala, Tazkiya Izzati, membuktikan bahwa menjadi mahasiswa berprestasi bukan sekadar impian. Dengan semangat, manajemen waktu yang baik, dan tekad yang kuat, gadis asal Banda Aceh ini mampu menyeimbangkan dunia akademik, organisasi, dan prestasi.

Tazkiya, yang akrab disapa Kia, saat ini duduk di semester tiga Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala. Sejak awal, Kia telah memiliki ketertarikan yang kuat pada dunia fotografi, public relations, dan desain poster. Ketertarikan tersebut mendorongnya untuk memilih jurusan Ilmu Komunikasi, yang dianggapnya sebagai wadah untuk mengembangkan minat dan bakatnya.

Meski masih berstatus mahasiswa muda, Kia telah menorehkan sejumlah prestasi gemilang. Ia berhasil masuk dalam Top 25 “Amanah Youth Top Models”, sebuah program yang digagas oleh Presiden Joko Widodo. Ia juga sukses menjadi Top 10 Finalis Duta Kampus 2025, serta tampil membanggakan dalam ajang Aceh Fashion Festival 2023 pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8, yang memperlihatkan bakatnya di dunia modelling dan fashion. “Saya ingin memulai dunia perdutaan, dan saat itu kesempatan pertama datang dari ajang Duta Kampus. Saya sangat antusias karena ingin mewakili Universitas Syiah Kuala di tingkat yang lebih luas,” ujarnya penuh semangat.

Selain berprestasi, Kia juga aktif dalam berbagai organisasi. Ia bergabung dalam Himakasi (Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi) untuk memperluas relasi di lingkungan kampus. Ia juga tergabung dalam Posh Agency karena ketertarikannya pada dunia modelling, serta menjadi bagian dari Duta Kampus untuk mengharumkan nama universitas. Dalam kesehariannya, Kia selalu mengutamakan kuliah sebagai prioritas utama, kemudian membagi waktu untuk organisasi dan kegiatan nonakademik.

Perjalanan Kia tidak selalu mulus. Ia pernah merasakan masa-masa sulit dan muncul keinginan untuk menyerah karena merasa tidak ada kemajuan dalam dirinya. Namun, dukungan dari teman-teman serta kesadaran bahwa banyak orang ingin berada di posisinya membuat Kia bangkit kembali. Ia mulai membuang pikiran negatif dan fokus untuk terus berkembang.

Prestasi Kia juga membawa dampak positif bagi kampus dan masyarakat. Di lingkungan kampus, ia aktif menyebarkan informasi penting kepada mahasiswa, membantu rekan-rekannya mengenal Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta menjadi representasi Universitas Syiah Kuala dalam berbagai ajang bergengsi. Bagi masyarakat, Kia pernah merekomendasikan Aksiri Riset Center kepada investor Malaysia untuk membuka perusahaan parfum di Aceh Selatan. Langkah ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.

Dalam menjaga keseimbangan hidup, Kia mengutamakan akademik, disusul prestasi, kehidupan pribadi, dan sosial. Ia juga memiliki sosok panutan, yakni Srikandi, mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Syiah Kuala yang telah banyak meraih gelar duta. Dari Srikandi, Kia banyak belajar tentang manajemen waktu dan pengambilan keputusan.

Kia berpesan kepada mahasiswa lain untuk percaya pada diri sendiri dan fokus pada bidang prestasi yang dipilih tersebut agar konsisten. “Awal dari segalanya dimulai dari diri sendiri dan niat. Pilihlah pertemanan yang sehat, karena pertemanan akan mempengaruhi perkembangan kita, serta mintalah dukungan orang tua” pesannya.

Prestasi dan kontribusi Tazkiya Izzati menjadi bukti nyata bahwa Universitas Syiah Kuala tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga mahasiswa yang siap bersaing di tingkat nasional dan internasional. Kampus ini terus menjadi wadah lahirnya generasi muda berprestasi yang mengharumkan nama daerah dan bangsa.

Categories:

Tags:

Comments are closed