Perjalanan panjang di dunia akademik, organisasi, penelitian, industri kreatif dan manajemen mutu mengantarkan Deni Yanuar SIP MIKom, pada amanah baru sebagai Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026–2031. Deni resmi dipercaya menduduki jabatan tersebut setelah Rektor USK, Prof Mirza Tabrani mengangkatnya sebagai Ketua Prodi Ilmu Komunikasi di lingkungan FISIP USK.

Pengangkatan itu ditetapkan melalui Keputusan Rektor Universitas Syiah Kuala Nomor 2445/UN11/KPT/2026 tertanggal 13 Agustus 2026. Deni menggantikan Rahmat Saleh SSos MCom, yang telah menyelesaikan masa kepemimpinannya sebagai Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi. Bagi Deni, amanah tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan karier yang dibangun secara bertahap. Ia tidak datang dari satu lompatan besar, tetapi melalui rangkaian pengalaman sejak masa pendidikan, dunia industri, hingga bertahun-tahun mengabdi sebagai akademisi.


Tumbuh dalam Keluarga yang Menanamkan Disiplin

Deni lahir di Banda Aceh, 26 Januari 1988. Ia merupakan putra pertama pasangan Dedi Masdianto dan Adil Ummami. Sejak kecil, Deni tumbuh dalam lingkungan keluarga yang dekat dengan kehidupan pegawai negeri sipil dan militer.

Ayahnya berasal dari lingkungan keluarga PNS sipil, sementara kehidupan keluarga yang bersinggungan dengan dunia TNI membuat masa kecil Deni tidak jauh dari suasana dan nilai-nilai kehidupan militer.

Lingkungan tersebut secara tidak langsung membentuk karakter disiplin, tanggung jawab dan keteguhan dalam menjalankan amanah. Nilai-nilai tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan hidupnya, baik ketika menempuh pendidikan maupun saat memasuki dunia profesional dan akademik. Deni menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Malikussaleh pada Program Studi Ilmu Politik pada 2005–2010. Ketertarikannya terhadap dunia komunikasi kemudian membawanya melanjutkan pendidikan Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Mercu Buana, Jakarta, yang diselesaikan pada 2014.

Merantau dan Belajar dari Dunia Industri

Selepas menyelesaikan pendidikan sarjana, Deni merantau ke Jakarta dan memasuki dunia industri. Ia pernah dipercaya sebagai Manager Quality Assurance di PT Agro Tunas Teknik, Bekasi, Jawa Barat, perusahaan yang bergerak dalam produksi mesin industri dan pertanian. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman tentang dunia kerja yang menuntut ketelitian, disiplin, kemampuan berkoordinasi dan komunikasi. Sosok Muhammad Sauki, Direktur PT Agro Tunas Teknik ketika itu, menjadi salah satu figur yang menginspirasinya. Dari lingkungan industri tersebut, Deni belajar bahwa sebuah organisasi tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kepemimpinan, konsistensi dan kemampuan membaca persoalan.

Pengalaman itu kelak menjadi bekal penting ketika ia memilih memasuki dunia akademik. Memilih Jalan Akademik Setelah menyelesaikan pendidikan magister pada 2014, Deni mulai mengembangkan karier sebagai dosen di USK. Kini ia tercatat sebagai dosen PNS Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP USK dengan jabatan fungsional Lektor. Di ruang kelas, ia mengampu berbagai mata kuliah, antara lain Periklanan, Komunikasi Pemasaran Terpadu, Komunikasi Kelompok, Videografi, Teknik Lobi dan Negosiasi, serta Komunikasi Krisis dan Reputasi. Bagi Deni, komunikasi bukan sekadar teori yang berhenti di ruang kelas. Ilmu tersebut harus mampu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.

Pandangan itu terlihat dari berbagai penelitian dan publikasi yang dilakukannya. Ia antara lain meneliti kualitas program siaran televisi, pengaruh iklan rokok terhadap perilaku merokok siswa, pemetaan pemangku kepentingan dan isu sosial di Aceh, komunikasi risiko pandemi COVID-19, perilaku pencarian informasi masyarakat serta komunikasi krisis dan reputasi. Pada 2025, ia juga memenangkan hibah pengandian BIMA terkait penguatan peran Panglima Laot dalam konservasi kepiting melalui pengembangan Crab Bank berbasis komunitas di Kota Banda Aceh.

Program tersebut melahirkan inovasi crab bank untuk mendukung konservasi pesisir dalam wilayah hukum adat Panglima Laot Lhok Kuala Cangkoi. Memadukan Akademik dan Dunia Kreatif Perjalanan Deni tidak hanya berkutat pada ruang kelas dan penelitian. Ia juga aktif di dunia kreatif, khususnya multimedia dan perfilman. Namanya terlibat dalam sejumlah produksi film seperti My Love Aceh, Akan Ada Jalan, Risalah Ombak Serambi Mekkah dan ASA.

Ia juga dipercaya menggarap berbagai produksi video institusi, termasuk video profil UP3AI USK, video profil FISIP USK, video simulasi bencana USK dan video karakter pembelajaran UPT MKU. Pengalaman tersebut mempertemukan dunia akademik dengan praktik industri kreatif. Bagi Deni, mahasiswa komunikasi tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga harus mampu memproduksi karya, mengelola pesan, memahami media, membangun reputasi dan membaca perubahan perilaku audiens.

Tumbuh Melalui Berbagai Amanah Sebelum dipercaya menjadi Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Deni telah menjalani berbagai amanah kelembagaan di lingkungan USK. Ia pernah dipercaya sebagai Ketua Tim Penjamin Mutu Akademik (TPMA) FISIP pada 2017–2025. Ia juga pernah menjadi peneliti di Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC), Ketua Departemen Humas dan Branding Rumah Amal USK, Ketua Satuan Penyusunan Program Perencanaan dan Penganggaran (SP4), serta Ketua Tim Indikator Kinerja Utama (IKU) FISIP USK.

Dalam bidang IKU, ia terlibat dalam capaian FISIP yang memperoleh empat penghargaan Indikator Kinerja Utama serta penghargaan peringkat keempat capaian kinerja terbaik fakultas se-USK pada 2025. Di tingkat universitas, Deni pernah menjadi pembina UKM Pramuka USK pada 2018–2024 dan sejak 2025 aktif membina UKM Pers Detak USK. Ia juga terlibat dalam P3KKN USK sebagai koordinator lokasi penempatan mahasiswa KKN serta mendukung pengelolaan informasi dan komunikasi. Berbagai pengalaman tersebut menjadi proses panjang yang membentuk kepemimpinannya.

Kini, seluruh pengalaman tersebut bertemu dalam satu amanah: memimpin Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP USK. Tantangan yang dihadapi juga tidak ringan. Dunia komunikasi berkembang cepat seiring perubahan teknologi digital, kecerdasan buatan, media sosial, industri kreatif dan perubahan perilaku audiens. Karena itu, program studi komunikasi dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan fondasi akademiknya. Pengalaman Deni dalam bidang komunikasi strategis, branding, integrated marketing communication, videografi, komunikasi risiko, komunikasi krisis, penelitian dan manajemen mutu menjadi modal dalam menghadapi tantangan tersebut.

Tumbuh Melalui Berbagai Amanah

Sebelum dipercaya menjadi Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Deni telah menjalani berbagai amanah kelembagaan di lingkungan USK. Ia pernah dipercaya sebagai Ketua Tim Penjamin Mutu Akademik (TPMA) FISIP pada 2017–2025. Ia juga pernah menjadi peneliti di Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC), Ketua Departemen Humas dan Branding Rumah Amal USK, Ketua Satuan Penyusunan Program Perencanaan dan Penganggaran (SP4), serta Ketua Tim Indikator Kinerja Utama (IKU) FISIP USK.

Dalam bidang IKU, ia terlibat dalam capaian FISIP yang memperoleh empat penghargaan Indikator Kinerja Utama serta penghargaan peringkat keempat capaian kinerja terbaik fakultas se-USK pada 2025. Di tingkat universitas, Deni pernah menjadi pembina UKM Pramuka USK pada 2018–2024 dan sejak 2025 aktif membina UKM Pers Detak USK. Ia juga terlibat dalam P3KKN USK sebagai koordinator lokasi penempatan mahasiswa KKN serta mendukung pengelolaan informasi dan komunikasi.

Berbagai pengalaman tersebut menjadi proses panjang yang membentuk kepemimpinannya. Kini, seluruh pengalaman tersebut bertemu dalam satu amanah: memimpin Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP USK. Tantangan yang dihadapi juga tidak ringan. Dunia komunikasi berkembang cepat seiring perubahan teknologi digital, kecerdasan buatan, media sosial, industri kreatif dan perubahan perilaku audiens. Karena itu, program studi komunikasi dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan fondasi akademiknya.

Pengalaman Deni dalam bidang komunikasi strategis, branding, integrated marketing communication, videografi, komunikasi risiko, komunikasi krisis, penelitian dan manajemen mutu menjadi modal dalam menghadapi tantangan tersebut. Di tengah kesibukannya sebagai dosen, peneliti dan pengelola berbagai kegiatan akademik, keluarga menjadi ruang bagi Deni untuk mendapatkan ketenangan sekaligus sumber motivasi dalam menjalankan setiap amanah.

Categories:

Tags: